seorang ibu, berprofesi sebagai wiraswastawati menginginkan membangun hunian dengan konsep maisonet diatas tanah miliknya yang tidak begitu besar di daerah Semarang atas. Satu bangunan akan ditempati bersama anak semata wayang beliau dan satu bangunan akan ditawarkan pada yang berminat. konsep atap omah kampoeng menjadi pilihan mengingat di daerah itu didominasi oleh perumahan penduduk dengan atap pelana. Unsur modern diterapkan pada penyelesaian parapet dan dinding layer beton serta penggunaan bahan bangunan ringan dan minim perawatan, pilihannya pada penggunaan alumunium coating dan kaca tempered.
Kamis, 19 November 2009
modernisasi omah kampoeng
seorang ibu, berprofesi sebagai wiraswastawati menginginkan membangun hunian dengan konsep maisonet diatas tanah miliknya yang tidak begitu besar di daerah Semarang atas. Satu bangunan akan ditempati bersama anak semata wayang beliau dan satu bangunan akan ditawarkan pada yang berminat. konsep atap omah kampoeng menjadi pilihan mengingat di daerah itu didominasi oleh perumahan penduduk dengan atap pelana. Unsur modern diterapkan pada penyelesaian parapet dan dinding layer beton serta penggunaan bahan bangunan ringan dan minim perawatan, pilihannya pada penggunaan alumunium coating dan kaca tempered.
Selasa, 17 November 2009
poli teknik kesehatan semarang dan rencana rumah sakit perawatan

Impian untuk mengembangkan diri penting untuk dilakukan, tercapai atau belum tinggal usaha dan doanya. Seorang rekan dari poltekkes semarang mengidekan hal tersebut. Cukup menarik, karena berbicara tentang sebuah institusi pendidikan yang berkeinginan untuk mengembangkan diri dengan membangun rumah sakit perawatan yang dapat menampung mahasiswa didiknya untuk melakukan praktek langsung di lapangan disamping sebagai sarana bisnis dalam memberikan layanan kesehatan masyarakat sekitarnya.
tampilan fasade rumah perumnas untuk usaha

Beberapa waktu yang lalu, seorang sobat yang istrinya dokter berencana untuk mengalih fungsikan rumah perumnas yang dimilikinya untuk tempat praktek dokter bersama dengan apotek sebagai kelengkapannya, mengingat kondisi rumah dan keterbatasan biaya maka diharapkan dengan sesedikit mungkin melakukan perubahan terhadap denah rumah dan sesedikit mungkin melakukan penambahan ruang/bagian fasade tetapi dengan hasil yang optimal. Penyelesaian yang dilakukan dengan memberikan layer dinding di bagian depan dan finishing bangunan.
Selasa, 16 September 2008
dekanat FT-UNDIP
beberapa saat yang lalu ada wacana dari ibu dekan FT-Undip untuk merenovasi fasade gedung dekanat untuk lebih eksis dalam tampilan dan diharapkan bisa menjadi 'icon' di lingkungan gedung-gedung di fakultas teknik yang telah ada.kondisi gedung dekanat FT saat ini berada di bawah badan jalan prof.soedarto,SH di depannya, sehingga terkesan 'ambles bumi'. Untuk itu yang tergagas pertama kali adalah mengangkat akses utama ke gedung dekanat yang semula di hall lantai satu, rencanannya akan
dipindahkan ke lantai dua dengan menggunakan 'ramp'. Beberapa polesan terhadap fasade dilakukan dengan memberikan tambahan ruang penerima di lantai satu dan dua serta mengangkat sudut atap utama bangunan menjadi lebih tajam.
Minggu, 31 Agustus 2008
STASIUN TAWANG-Mengatasi Masalah Fisik Terpadu
Stasiun Tawang (
Kata kunci :
Penanganan fisik yang bersifat partial tidak akan efektif mengatasi masalah, penanganan skala
Pendahuluan
Secara umum, topografi wilayah 

Prediksi tenggelamnya
Banjir yang selama ini mendera wilayah
Beberapa survey lapangan telah dilakukan oleh beberapa pakar. Dari survei itu diketahui, penyebab utama banjir dan rob adalah sistem drainase belum berfungsi secara maksimal Penyebab lain, kapasitas sungai dan drainase tidak memadai, sedimentasi, kerusakan pintu air dan talut, serta kurangnya kepedulian masyarakat lingkungan terhadap fungsi drainase.
Beberapa usulan pemikiran dan penyelesaian teknis secara partial terhadap stasiun Tawang telah dilakukan, diantaranya dengan di bangunnya polder tawang untuk mengatasi banjir dan rob di kawasan
Stasiun Kereta Api Tawang Semarang dalam menghadapi rob mengandalkan tiga pompa air , kondisi posisi saluran buangan di dalam bangunan stasiun lebih rendah dari saluran
Dari gambaran di atas, menjadi jelaslah bagi kita bahwa Stasiun Tawang menerima akibat dari kondisi ketidak mampuan system drainase
Mengatasi Permasalahan Stasiun Tawang secara terpadu
Pada skala mikro, Stasiun Tawang layak berbenah diri untuk mengatasi permasalahan banjir dan rob yang menimpa saat ini, tetapi tentunya punya keterbatasan secara fisik karena termasuk dalam bangunan konservasi.
Pada skala makro, pemerintah
Upaya pembenahan baik di skala mikro stasiun Tawang ataupun skala makro
Aspek fisik, mengetengahkan perbaikan dan pelestarian lingkungan/ ecosystem, daerah hijau dan bangunan. Aspek social, mengacu pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Aspek Ekonomi, dilaksanakan secara efektif dan efisien dalam jangka panjang dan Aspek regulasi, harus mensosialisaikan pranata hokum dan penegakannya.
Sebagai ilustrasi , mengacu pada pemikiran tentang banjir yang selama ini mendera wilayah
Pada skala makro perkotaan, konstruksi Sumur Resapan Air (SRA) merupakan alternatif pilihan dalam mengatasi banjir dan menurunnya permukaan air tanah pada kawasan perumahan, karena dengan pertimbangan : a) pembuatan konstruksi SRA tidak memerlukan biaya besar, b) tidak memerlukan lahan yang luas, dan c) bentuk konstruksi SRA sederhana. Sumur resapan air merupakan rekayasa teknik konservasi air yang berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu yang berfungsi sebagai tempat menampung air hujan diatas atap rumah dan meresapkannya ke dalam tanah (Dephut,1994). Manfaat yang dapat diperoleh dengan pembuatan sumur resapan air antara lain : (1) mengurangi aliran permukaan dan mencegah terjadinya genangan air, sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya banjir dan erosi, (2) mempertahankan tinggi muka air tanah dan menambah persediaan air tanah, (3) mengurangi atau menahan terjadinya intrusi air laut bagi daerah yang berdekatan dengan wilayah pantai, (4) mencegah penurunan atau amblasan lahan sebagai akibat pengambilan air tanah yang berlebihan, dan (5) mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah..( Rachmat Mulyana, 2003 ). Disamping itu pembatasan perijinan untuk menggunakan air dalam/sumur artetis dengan meningkatkan distribusi air bersih terutama di kawasan
Pada skala mikro kawasan stasiun Tawang dapat dilakukan dengan memanfaatkan daerah bebas di kanan kiri rel kereta api ataupun tanah-tanah yang dikuasai PT. KAI sebagai polder yang difungsikan sebagai pembendung dan penangkap masuknya air rob sebelum memasuki kawasan stasiun Tawang, sedangkan disisi Utara stasiun tawang pada setiap tanah yang kosong, baik oleh PT KAI ataupun pemerintah kota Semarang berupaya untuk membuat hutan bakau sebagai barier.

Penutup.
Gagasan diatas sebagai gambaran bentuk penyelesaian secara terpadu terhadap permasalahan stasiun Tawang pada khususnya dan wilayah Utara
Selasa, 24 Juni 2008
Muslimkah aku?
Masjid Galang Sewu, milik pesantren di belakang kampus yang sederhana kondisinya telah penuh sesak, sehingga dengan memaksakan diri memilih soft dibawah pohon sebagai tempat sholat. Meskipun telah memilih di bawah pohon ternyata tetap tersengat panasnya matahari. Apalah artinya sengatan matahari dibandingkan dengan nikmatnya melaksanakan ibadah karena Alloh.
Sambil terkantuk-kantuk karena sudah beberapa malam tidurnya kacau, suara khotib yang menyampaikan khutbahnya seakan alunan musik yang mendayu untuk lebih menghanyutkan rasa kantuk itu…Yha, Alloh aku malu kepadaMu..setelah rejeki dariMu kuterima, mempertahankan kantuk didepanMu saja aku tak mampu.
Ketika Qomat dikumandangkan, semua orang mempersiapkan diri untuk melaksanakan sholat Jum’at, kurapikan ‘shaft’ku kusiapkan diri untuk menghadap sang Khaliq. Tatapan ku terusik dengan kehadiran seorang anak kecil yang punya keterbelakangan mental..istilah kedokterannya ‘idiot’. Dia berlari dengan mimik gembira sambil mengenakan sarungnya, semangat sekali anak itu untuk melaksanakan ibadahnya.
Ketika shaft sudah teratur dan barisan orang-orang sudah dalam suasana ketenangan bersiap melaksanakan takbir, anak itu dengan riang dan penuh harap dapat mengambil tempat diantara orang-orang itu. Pada kesempatan pertama anak itu tidak diberikan tempat, karena orang-orang itu merapatkan satu sama lain, kesempatan menyelinap kedua, juga tidak diberikan, dengan tetap bersemangat, anak itu mengangguk sebagai tanda permintaan maaf karena telah mengganggu barisan orang-orang itu, anak itu berlari kecil dengan rasa kawatir mungkin terlambat, mencoba kesempatan ketiga….kesempatan itu tidak diberikan lagi oleh barisan shaft yang lain, sambil dimaki oleh orang berkumis disana……….anak kecil itu terdiam, termangu dengan mimik memelas……dia menepi dengan gontai, menggelar sajadahnya yang usang , dekat comberan buangan air kamarmandi dan terkena langsung sengatan matahari siang yang terik………anak kecil itu menata diri dan mengangkat tangan kecilnya……’Allohhuakbar “.
Terpaku ditempatku………sambil terus kutatap adik kecil itu…….’Yha, Alloh,…apakah sudah pantas aku ini mengaku seorang muslim, apakah sudah pantas orang-orang itu mengaku muslim ?’ Ijinkan aku berdo’a kepadaMu Yha Alloh, untuk kebahagiaan anak kecil itu, berikan aku kemampuan untuk dapat membahagiakan anak-anak yang membutuhkan…Amin.
Senin, 23 Juni 2008
sate kapuran
Warung itu cukup ramai, kita mendapatkan tempat diujung dan langsung disambut si pemilik warung itu yang rupanya juga temennya temen tadi. Sambil menikmati hidangan sate kami terlibat dalam suatu obrolan ‘ngalor-ngidul’ yang salah satunya keinginan atau mimpi si pemilik warung untuk mengapgrade performance warungnya, setelah itu semuanya berlangsung datar2 saja.
Obrolan warung sate itu ternyata membekas dibenak, karena keinginan si pemilik terhadap performance warungnya yang asal ditingkat menjadi bangunan 2 lantai, bentuk biasa asal dapat berfungsi ,bawah warung atas rumah tinggal…..statement itu ternyata mengganggu sifat iseng untuk mencoba mewujudkan mimpinya dengan suatu konsep yang lebih maton…,sebab sama2sudah mengeluarkan biaya banyak kalau hasilnya asal jadi tak ada nilai tambahnya. Dengan tidak mengurangi rasa hormat sketsa dibawah ini adalah gagasan yang diusulkan.

Konsep yang diusung adalah menciptakan warung sate yang masih mempunyai karakter lingkungan pecinan…bentuk atap rumah-rumah pecinan dicoba dihadirkan dengan sentuhan modern. Seandainya cocok dengan yang diimpikan si pemilik silakan dikembangkan kelanjutannya, jika belom pas…anggaplah sebagai upaya membatu memvisualkan gagasan seseorang……